Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Masa Depan’ Category

Tiba – tiba kata itu terlontar dari teman yg baru merantau ke Jakarta.

Masing-masing orang memang memiliki cobaan sendiri-sendiri. Ada yg memang harus putus dari orang yg dicintainya, kehilangan orang tuanya, tanpa jodoh, dilema pekerjaan dg keluarga semuanya menjadi pembelajaran hidup yg berharga nantinya setelah kita berhasil melewati.

Dan masih menjadi panduan hidupku bahwa Orang yang saat ini mendapatkan cobaan/masalah/beban hidup yg tak diaalami oleh yang lain, PASTI dia akan menjadi orang yang tangguh dan sukses.

Terima kasih banyak untuk EA, NIA, dan NAS yg telah memberikan makna ramadhan di hari ke dua.

Advertisements

Read Full Post »

Ibu

Ketika kau harus merasakan sakitnya tiap hari
Apa yang kulakukan untuk meringankannya
Dibalik kesakitanmu
Aku bisa tertawa dengan riang
Dibalik senyummu yang menahan sakit itu
Aku bisa menikmati dunia ini dengan gembira

Dimanakah diriku ketika kau memerlukan aku
Aku ingin selalu didekatmu
Tapi kenapa nasib selalu memisahkan kita
Apakah aku memang tidak boleh berada di dekatmu
Durhakakah aku karena sebetulnya aku sendiri yang memilih jalan nasibku ini

Kini,
Ketika kau telah bersamanya kembali
Apalagi  yang harus kulakukan
Serasa tiada artinya hidup ini
Karena selama ini
Kaulah alasanku untuk melakukan ini semua
Untuk apa kubekerja di tempat yang kata orang perusahaan idaman
Untuk apa lagi kuharus merantau jauh ke negeri orang
Untuk apa kuharus belajar hingga ke negeri cina
Jika semua yang kulakukan tak bisa selalu berada disampingmu
Tak bisa memberikan rasa aman yang kau butuhkan
Apa guna kaulahirkan aku sebagai lelaki bila tak becus menjagamu
Ketika kau merasa ketakutan
Ketika kau membutuhkan ketenangan

Lebih dari 40 hari
Dan kali ini aku sangat merindukanmu
Begitu ingin mendekapmu
Ingin merasakan belaian kasih sayangmu lagi
Ingin mendengarkan suaramu lagi

Tapi kini semua hanya tinggal kenangan
Kuhanya bisa melihat senyummu dari foto
Kuhanya bisa mendengar suaramu dari rintihan sakit malam sebelum kau pergi
Apalagi yang kupunya dari kau sekarang

Kuhanya selalu mendengar
“Kau harus tegar….”
“Kau harus kuat…”
“Memang inilah yang terbaik bagi ibumu…”
Tapi….
Apakah orang yang mengatakan itu semua sudah pernah merasakannya sendiri
Pernakah mereka merasakan perasaan ini

Tuhan memang adil
Dan aku akan tetap percaya Tuhan memang adil
Tapi saat ini sangat berat untuk mengakuinya
Ketika temanku masih memiliki orang tua yang lengkap
Ketika kakak ibuku bermain dengan cucu cucunya

Ibu…
Inilah tulisan pertama yang kubuat sejak itu
Maafkan bila
Aku yang selama ini menasihati untuk tidak iri
Tapi kali ini aku sendiri yang iri
Aku yang selama ini menyarankan untuk berpikir positif
Tapi kali ini aku yang berpikir negatif
Aku yang selama ini untuk yakin dengan Allah
Tapi kali ini aku yang mempertanyakan
Tapi satu kalimat yang bisa kuucapkan
AKU BANGGA MENJADI ANAKMU

PS:
Tulisan ini dibuat ketika benar-benar hatiku sedang melow abiz. Diantara isak tangis  dan tisu-tisu berserakan tapi ada kerinduan yang ingin diucapkan… Jadilah coretan ini. Dan baru kali ini merasakan ingin ngetik tapi tangan gemeteran abiz. Entah apakah ini puncak ke-melow-anku atau adakah puncak-puncak yang lain lagi. Tapi setelah jadi coretan serasa BEBAS. Ada sebuah beban di hati yang tiba-tiba menguap begitu saja.

Read Full Post »

tes kesehatan

hmm… setelah melewati beberapa tes pskiatri dan tes-tes yang lainnya. akhirnya sampai juga di tes kesehatan. Rada khawatir karena punya beberapa riwayat penyakit keluarga. Ada saran yang bagus, beri sugesti ke diri sendiri kalo kita sehat!!! Katanya penyakit justru datang dari pikiran yang mengira kita sakit!!

Proses diawali puasa dari jam 20.00. Berangkat ke RSAL jam 7 tapi ternyata baru dimulai jam 7.30. Isi formulir bermaterai dan lihat lampiran daftar penyakit yang bakal gagal diterima. Dn disitu tertera Body Mass Index >30 dan < 17. Ups… dah pesimis, BMI-q diatas 30.

Diawali dengan pengambilan darah. berhubung aku dah kebelet pipis… aku buru-buru ngisi formulir. Yang lainnya masih mengisi bareng-bareng. Pokoknya aku kudu pipis dulu. Akhirnya setelah diambil darah langsung bisa pipis. Hampir aja kelupaan, pipis gak ditampung di wadah. Untungnya gak sampai 1 detik, inget kalo kudu ditampung. Jadi keinget komik sinchan yang ada pemeriksaan feses dan dia lupa akhirnya ambil fesesnya siro.

kemudian makan dan diambil darah 2 jam lagi. Sekarang mata cuma diperiksa kaya kalo mau beli kacamata ama tes buta warna. Kemudian tes morfologi… Inilah tes yang unforgettable…!!!! Masuk bertiga cowok semua… Awalnya diperiksa tinggi, berat badan, telinga, dll… nah lalu masuklah babak seru itu… Disuruh menanggalkan pakaian hingga celana dalam periksa ada varises. Ketika mau berlanjut ke tahap yang lebih “hot”.. tiba-tiba dokternya mengacaukan… Dia bingung ada tes audio gak… akhirnya dipanggillah 2 dokter perempuan dan masuk ruangan ketika aku hanya memakai celdam saja!!!!!!!! Why me!!!!! Untuk menunggu perdebatan perlu gak pake tes audio aku pun mengisi waktu dengan SMS-an sambil berceldam ria dihadapan orang-orang aneh.. he..he.. he.. Akhirnya sesudah usai berdebat, dilanjutkan dengan sesi yang TER-“HOT”… melepaskan celdam sambil kaki membuka lebar dan membungkuk serta sambil membuka pantat… ups.. untungnya gak diapa-apain… cuma dilihat udah cebok atau belum… kalo udah cebok berarti orangnya bersihan kalo gak ya berarti kotor… he…he…he.. becanda mungkin dilihat pantatnya masih virgin gak 😉

Terus periksa jantung… katanya detak jantungku tinggi, mungkin grogi. terus periksa gigi katanya gigiku baik-baik aja (maklum ibunya dokter gigi tapi akunya padahal males gosok gigi). Terus di rontgen dan diambil darah lagi. Yang ngambil darah kedua ini, entah ibunya berpengalaman atau pemula, aku berikan tangan kiriku dan harus ditusuk 2 kali untuk menemukan sumber minyak darahku. Ada yang sampai 3 kali!!!!! Setelah itu di tes pendengaran. Napa gak bareng ama yang tes morfologi… Cuma dibisikkin… manual banget.. apa BI kurang bayarnya ya????

Oh… tes yang………….

Tips untuk tes kesehatan nih…Pakailah pakaian dalam yang bagus… jangan sampai pake pakaian dalam yang compang-camping…

Read Full Post »

Dosen – Not Anymore

Dulu sempat berpikir pengen jadi dosen. Di depan kelas, nerangin, jawab pertanyaan, kasih pre dan post test, koreksi ujian, gajian ;). Rasanya asyik banget entar cari beasiswa ke luar negeri, belajar dan belajar…

Tapi ternyata kebijakan baru telah berlaku. Persyaratan dosen rata-rata minimal S2. Sempat kemarin ada perubahan kualifikasi dosen. Sempat berharap (coba-coba aja) sampai minta dikirimkan ijazah dan transkip asli yang ternyata kutinggal di rumah. Dan ternyata perubahan untuk Agribisnis pada kualifikasi akademik bukan pada tingkat pendidikan. Jadinya ya tetap S2. Padahal di fakultas peternakan, perikanan, mipa, dan TP ada yang untuk S1.

Sedih??? Gak Juga… setelah mengikuti beberapa tes pekerjaan… aku dah malas jadi dosen. Apalagi dengan target nikah 20-10-2010 dengan mas kawin Rp 20.102.010 (Insya Allah) membuatku harus cari kerjaan yang dalam waktu 2 tahun bisa punya duit segitu. Kalo dengan biaya nikah… mungkin kudu dapat sekitar Rp 50.000.000 .

Beberapa dosenku nyuruh aku kuliah lagi bahkan ada yang mau memintakan ke sang panglima… Tapi… au ah … aku pengen segera kerja di luar tempatku sekarang!!!!

Read Full Post »

Bagaikan sebuah tulisan yang terdiri dari tanda baca… Begitu pula dengan kehidupan yang juga terdiri dari tanda baca. Ada “.” (titik) ” dan ” (koma). Kehidupanku saat ini entah masih dimana… mencari sebuah titik untuk mengawali hidup yang baru.
Titik Pertama
Kemarin banget tes BI tahap IV (Toefl dan Psikotest). Setelah langsung lewat jalan tol tanpa ikut tes tahap III via jalur penelusuran bakat, harus menghadapi tes toefl. Dari pihak LMFEUI bilangnya pengumuman sekitar 20 November 2007. Tapi sampai tanggal 20-an Nov belum ada. Bahkan situs pengumumannya di “www.recruitmentbi.lmfeui.com” sudah tidak berfungsi lagi. Hmmm… lama banget pengumumannya…. masalahnya sudah banyak yang nanyain “Gmana, tes BInya? Sudah sampe mana?” Bingung jawabnya!!!! Bahkan ada gosip yang bilang aku dah keterima di BI… duh kabar burung…
Titik Kedua
MDP BCA…. kalo baca di beberapa blog friendster yang ikutan MDP rasanya menantang banget. Kudu belajar yang ngalah-ngalahin belajar waktu kuliah. Sebenernya baru tes tahap awal aja sih… gak tahu bisa lolos tahap selanjutnya gak…
Koma
Hmm… penelitian/proyek sih yang bener??? Gabung di beberapa penelitian yang diadain oleh institusi pengabdian. Ada di Ponorogo, Sampang, Bondowoso. Kerja dengan berbagai macam orang. Ada yang emang cerdas (maklum dah Prof.), ada yang slengekan (padahal MS lagi ambil Dr), ada yang money oriented, penyuruh, dan pendendam (someone still SP), ada yang pelupa dan sok sibuk (sang MSi), ada yang emang tulus dan seneng jalan-jalan (katanya si Prof yang belum dikukuhkan).
Yang Ponorogo sudah selesai laporan akhir dengan menyisakan beberapa masalah. Ada yang belum dapat HR akhir bahkan ngutangi gaji kepala dinas di Ponorogo. HR yang kurang sesuai yang dijanjikan di awal. Dan HR yang gak layak sama sekali untuk aku (menurut penilaian sang “Penyendiri”). Kalo aku sih have Fun aja….
Yang Sampang… aku berada di tengah-tengah orang konflik.. sebut saja SP – MP – Prof (emang titelnya begitu). SP mangkel banget ama Prof gara-gara HR kurang sampe kebawa di Bondowoso. MP juga tapi masih bisa objektif. nah si SP ini yang bener-bener buat aku mangkel… Si SP bilang A tapi menurut Prof adalah B. Walah mana yang bener!!!! Selama ini aku bilang kudu dapat informasi dari dua sisi, dan ternyata setelah itu yang bingung. Melihat gelagatnya SP sih, emang SP yang salah dan terlalu gampang menghakimi!!!!
Bondowoso… gila mau lokakarya dan aku yang presentasi.. Setelah presentasi di Sampang kemarin yang buat aku gelagapan…. selanjutnya aku kudu presentasi lagi….!!!!! Mending jadi Moderator aja ya.
Dari ketiga penelitian… ada celetukan kalo aku disuruh kuliah lagi… Hmmm mau aja tapi saat ini aku lebih memilih untuk kerja dan kalau ada kesempatan baru kuliah lagi. Si MSi dan MP pengen aku kuliah lagi dan kemungkinan bakal dibilangkan pada sang panglima Prof. Duh… aku gak mau kalau tidak berdiri dengan kaki sendiri. Aku gak mau utang budi namun rela kalo punya piutang budi.
Semoga saja titik-titik itu sefera tiba

Read Full Post »