Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Kontempelasi’ Category

Tiba – tiba kata itu terlontar dari teman yg baru merantau ke Jakarta.

Masing-masing orang memang memiliki cobaan sendiri-sendiri. Ada yg memang harus putus dari orang yg dicintainya, kehilangan orang tuanya, tanpa jodoh, dilema pekerjaan dg keluarga semuanya menjadi pembelajaran hidup yg berharga nantinya setelah kita berhasil melewati.

Dan masih menjadi panduan hidupku bahwa Orang yang saat ini mendapatkan cobaan/masalah/beban hidup yg tak diaalami oleh yang lain, PASTI dia akan menjadi orang yang tangguh dan sukses.

Terima kasih banyak untuk EA, NIA, dan NAS yg telah memberikan makna ramadhan di hari ke dua.

Read Full Post »

Cinta memang indah tapi juga menyakitkan. Banyak yang mengalami indahnya cinta tapi akhirnya berujung ke perihnya cinta. Korbannya pun tak hanya satu tapi banyak banget orang-orang disekitarku merasakannya dan semuanya mengumpul di bulan Juli. Bulan derita cinta 😉

Sebenarnya bagaimana hakikat cinta itu…

Apa yang kita cari dari orang yang kita cintai? Kemolekan tubuhnya…. Kemurnian jiwanya… ataukah …. Keanggunan sikapnya? Meski terpaksa kita harus berpisah tapi kenangan itu tak pernah bisa dilupakan. Seakan dunia berhenti berputar dan hati kita pun sudah hancur berkeping-keping. Tiada lagi hati yang tersisa untuk merasakan indahnya dunia ini. Semua musnah ketika tidak bersama lagi.

Dari semua kasus disekitarku… aku bisa merasakan mereka mencintai memang dengan hatinya. Namun yang mereka cintai adalah kehidupan dunia yang tak seharusnya ditempatkan dalam hati. Ada sebuah petikan kata yang sangat bagus… “Jadikan dunia ini di tanganku bukan di hatiku”. Kalaupun cinta maka cinta mana yang harus berada di tangan dan mana cinta yang harus berada di hati.

Cinta absolut yang memang harus di hati adalah Cinta kepada Pencipta kita. Tak ada harga yang bisa ditawar lagi. Dan cinta yang berhubungan dengan dunia termasuk mencari belahan jiwa termasuk yang harus hanya berada di tangan.

Tapi bisakah itu kita menempatkan semua kenangan indah berada di tangan kita. Kenangan selalu bersamanya. Bertengkar/putus namun nyambung dan penuh romansa. Semuanya kita tempatkan dalam hati. Kata-kata gombal pun meluncur ketika harus berpisah, “Semua kenangan kita selalu kusimpan dalam hati.” Bah…

Cintailah karena Dia dan Bencilah karena Dia…Semua kenangan yang ada memang diberikan oleh Dia bagi kita untuk memahami nikmatnya cinta dan kasih sayang. Tapi karunia cinta dan kasih sayang ini tak ditempatkan di hati malah cinta fana yang selalu di hati. Sehingga ketika kita harus meninggalkan cinta fana ini maka akan susah karena sudah mengakar ke hati. Beda bila karunia cinta dan kasih sayang ini yang kita tempatkan dalam hati. Bilapun tidak bersama dengan dirinya lagi maka kita akan tetap percaya akan merasakan karunia cinta dan kasih sayang melalui tangan orang lain. Jadi tiada rasa sedih dan sesal.

Tapi ini memang teori cinta yang ideal. Banyak yang telah mengalami derita cinta. Semoga para penderita cinta ini bisa belajar dan bersyukur nikmat cinta dan kasih sayangNya.

Read Full Post »

Kita Bukan Tuhan

Judul yang berat…

Dia itu orangnya gini..gini..bla..bla…bla.. (selalu yang jelek)

Sering banget nemuin orang yang selalu berkomentar seperti itu. Tapi apakah mereka tidak menyadari kalau mereka belum pantas untuk berkomentar seperti itu.

Ketika Tuhan menciptakan dan melihat ciptaanNya, Dia tidak pernah berkomentar… dia tidak pernah langsung menghukum orang-orang yang menjengkelkan itu…. Tuhan tidak menciptakan satu manusia di dunia ini justru diciptakan manusia yang lain juga untuk saling mengingatkan. Tapi mengapa kita sebagai manusia tidak pernah mengingatkan orang itu namun malah membicarakannya di belakang… Manusia pun melebihi kuasaNya dan tidak pernah menyadarinya

Read Full Post »