Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2010

Sering kita memberikan uang logam atau bahkan uang jelek kita kepada pengemis atau peminta di sekitar kita. Mulai dari anak kecil hingga orang tua, mulai dari yang lengkap tubuh hingga tubuh yg terbatas, mulai kondisi fisik yang sehat hingga yang penuh luka. Semuanya kita “rela” utk memberikan uang kecil kita kepada mereka.

Namun apa yang terjadi dg orang yang berjualan di sekitar kita. Kita tak pernah membeli barang dagangan mereka. Padahal mereka lah yang lebih mau berusaha untuk mendapatkan sesuap nasi. Harus bercapek membawa beban berat barang dagangan dg risiko barang yang tidak laku. Mereka menjalaninya dengan keikhlasan.

Melihat dua kondisi ini mengapa kita lebih iba dengan para pengemis. Banyak alasan kita tak mau membeli barang dagangan. Misalkan pedagang makanan kita berpikir makanan yg dijual gak sehat, ataupun sudah kenyang. Ataupun pedagang yg lain, kita merasa tidak membutuhkan barang itu.

Sekarang mari kita balik pemikiran itu semua. Belilah barang dagangan orang-orang yang dipinggir jalan. Jangan pikirkan kita butuh atau tidak. Niatkan membeli untuk membantu pedagang itu. Lalu bagaimana barang yg telah kita beli? Kalau memang bisa kita manfaatkan tidak masalah, tp bagaimana kalau memang kita tdk butuh? Gampang aja, barang itu kita sedekahkan kembali ke orang lain misal pengemis. Andaikan kita beli gorengan dg niat membantu, tp kita tdk benar-benar lapar, sedekahkan gorengan itu kepada pengemis yg kita temui. Ada yg bilang, sekali sedekah dpt membantu banyak orang.

Mari kita mulai dg niat yg baru di bulan ramadhan. Ini memang baru pemikiran hasil obrolan ringan dg teman kos. Tapi ada benarnya juga.

Advertisements

Read Full Post »