Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2010

Ibu

Ketika kau harus merasakan sakitnya tiap hari
Apa yang kulakukan untuk meringankannya
Dibalik kesakitanmu
Aku bisa tertawa dengan riang
Dibalik senyummu yang menahan sakit itu
Aku bisa menikmati dunia ini dengan gembira

Dimanakah diriku ketika kau memerlukan aku
Aku ingin selalu didekatmu
Tapi kenapa nasib selalu memisahkan kita
Apakah aku memang tidak boleh berada di dekatmu
Durhakakah aku karena sebetulnya aku sendiri yang memilih jalan nasibku ini

Kini,
Ketika kau telah bersamanya kembali
Apalagi  yang harus kulakukan
Serasa tiada artinya hidup ini
Karena selama ini
Kaulah alasanku untuk melakukan ini semua
Untuk apa kubekerja di tempat yang kata orang perusahaan idaman
Untuk apa lagi kuharus merantau jauh ke negeri orang
Untuk apa kuharus belajar hingga ke negeri cina
Jika semua yang kulakukan tak bisa selalu berada disampingmu
Tak bisa memberikan rasa aman yang kau butuhkan
Apa guna kaulahirkan aku sebagai lelaki bila tak becus menjagamu
Ketika kau merasa ketakutan
Ketika kau membutuhkan ketenangan

Lebih dari 40 hari
Dan kali ini aku sangat merindukanmu
Begitu ingin mendekapmu
Ingin merasakan belaian kasih sayangmu lagi
Ingin mendengarkan suaramu lagi

Tapi kini semua hanya tinggal kenangan
Kuhanya bisa melihat senyummu dari foto
Kuhanya bisa mendengar suaramu dari rintihan sakit malam sebelum kau pergi
Apalagi yang kupunya dari kau sekarang

Kuhanya selalu mendengar
“Kau harus tegar….”
“Kau harus kuat…”
“Memang inilah yang terbaik bagi ibumu…”
Tapi….
Apakah orang yang mengatakan itu semua sudah pernah merasakannya sendiri
Pernakah mereka merasakan perasaan ini

Tuhan memang adil
Dan aku akan tetap percaya Tuhan memang adil
Tapi saat ini sangat berat untuk mengakuinya
Ketika temanku masih memiliki orang tua yang lengkap
Ketika kakak ibuku bermain dengan cucu cucunya

Ibu…
Inilah tulisan pertama yang kubuat sejak itu
Maafkan bila
Aku yang selama ini menasihati untuk tidak iri
Tapi kali ini aku sendiri yang iri
Aku yang selama ini menyarankan untuk berpikir positif
Tapi kali ini aku yang berpikir negatif
Aku yang selama ini untuk yakin dengan Allah
Tapi kali ini aku yang mempertanyakan
Tapi satu kalimat yang bisa kuucapkan
AKU BANGGA MENJADI ANAKMU

PS:
Tulisan ini dibuat ketika benar-benar hatiku sedang melow abiz. Diantara isak tangis  dan tisu-tisu berserakan tapi ada kerinduan yang ingin diucapkan… Jadilah coretan ini. Dan baru kali ini merasakan ingin ngetik tapi tangan gemeteran abiz. Entah apakah ini puncak ke-melow-anku atau adakah puncak-puncak yang lain lagi. Tapi setelah jadi coretan serasa BEBAS. Ada sebuah beban di hati yang tiba-tiba menguap begitu saja.

Advertisements

Read Full Post »